
Dari 1963 sampai 1973 Cape Canaveral disebut sebagai
Cape Kennedy: Presiden
John F. Kennedy adalah seorang pendukung antusias dari program antariksa, dan setelah
pembunuhannya di
1963, jandanya
Jacqueline Kennedy mengusulkan kepada Presiden
Lyndon Johnson menamakan fasilitas angkasa Cape Canaveral akan menjadi memorial yang sangat baik. Namun, Johnson merekomendasikan tidak hanya menamakan fasilitas tersebut, namun juga tanjungnya secara keseluruhan. Oleh karena itu, Cape Canaveral dinamakan menjadi Cape Kennedy.
Meskipun penggantian nama ini disetujui oleh
United States Board on Geographic Names (Badan Nama-Nama Geografi) dari
Departemen Dalam Negeri pada
1964, namun tidak populer di
Florida dan pada
1973 pemerintah negara bagian tersebut mengesahkan undang-undang yang mengembalikan nama lama yang telah digunakan selama 400 tahun; keputusan ini disetujui Badan Nama-Nama Geografi. Keluarga Kennedy mengeluarkan surat yang menyatakan "pengertian atas keputusan itu". Pusat Antariksa Kennedy tetap menggunakan nama "Kennedy".
Sebagai tambahan, Cape Canaveral juga merupakan tempat dari sebuah pangkalan angkatan udara, mercu suar abad ke-19, dan kota Cape Canaveral.
Capa Canaveral dipilih untuk peluncuran roket untuk mengambil kelebihan dari
rotasi bumi. Di
katulistiwa,
gaya sentrifugal dari rotasi bumi mencapai maksimum. Dan juga sangat baik bila lokasinya berada di tempat yang jarang penduduknya, idealnya sebuah samudra, bila terjadi kecelakaan. Oleh karena itu roket sebaiknya diluncurkan dari pesisir timur dan mendekati ekuator. Bagi Amerika Serikat, Florida merupakan tempat paling selatan dan timur.